Sudah lihat jargon 70 tahun Indonesia Merdeka yang berbunyi “Ayo Kerja”?  Ditengah Harga-harga yang makin naik, Dolar makin tinggi, perusahaan banyak yang melakukan perampingan, mau kerja apa?

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi kita dari dulu selalu sibuk ngurusin TKI. seolah-olah yang kerja dan memberikan sumbangan cuma TKI. Oke TKI adalah pahlawan devisa, mereka membawa hampir 100 trilyun setiap tahun, tapi berapa persen dari 100 trilyun itu yang masuk jadi pendapatan negara? paling banter cuma 15% saja.

Sekarang bandingkan dengan Pajak Penghasilan yang disumbangkan oleh para pekerja dan profesional, tahun 2014 kemarin total ada 125 Trilyun penerimaan negara dari PPh pasal 21 (dari pemotongan gaji/penghasilan pribadi), artinya hampir 15% dari APBN adalah sumbangan dari pekerja dan profesional, dan apa yang Kemenakertrans sudah berikan ke kita as in return? Nothing!

Pelatihan yang ada cuma buat TKI, pelatihan untuk profesional pasti yang mengadakan pihak swasta dan gak murah. Indonesia saat ini sedang krisis sumber daya untuk mengisi level Managerial, berilah pelatihan yang memadai kepada karyawan dan profesional, jangan pelatihan penggunaan mesin cuci ke calon TKI saja.

Ada hal yang lebih mengerikan lagi sebenarnya, Masyarakat Ekonomi Asean akan segera dimulai di akhir tahun ini, kalau masih begini2 saja maka kita terancam jadi jongos di rumah sendiri. Kekosongan level Managerial akan diisi oleh orang-orang asing yang lebih siap. Apa yang sudah dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi ini? Nothing!

Sekarang saja sudah banyak sekali tenaga kerja asing yang ngambil periuk nasi orang lokal, saya akan maklum bila mereka adalah tenaga ahli spesifik yang orang Indonesia belum mampu mengerjakannya. Tapi ini tidak, mereka mengisi posisi yang orang Indonesia banyak yang layak dan mampu mengisinya. Coba tengok saja level eksekutif di banyak perusahaan di Indonesia, banyak sekali yang Direktur Sales dan Marketingnya adalah orang asing, darimana ceritanya orang asing lebih mengerti pasar Indonesia ketimbang orang Indonesia sendiri? Dan apa usaha pemerintah untuk membatasi atau mengatur hal ini? Nothing!

So sudahlah, memang tidak ada yg bisa diharapkan dari pemerintah, jadi mari kita saja yang sama2 bergerak dan saling membantu. Jangan sampai periuk nasi kita diambil juga sama orang asing, jadilah pekerja dan karyawan di semua lini di semua perusahaan.

Mulai sekarang saya mau berbagi pengalaman, supaya yang masih nganggur bisa dapet kerja dan yang udah kerja bisa cepet jadi Manager atau yang lebih tinggi lagi. Saya tau jaman sekarang gak mudah buat dapet pekerjaan, bukannya mau sok-sok an, tapi sepertinya pengalaman saya lumayan untuk bisa dibagi, terutama untuk dua hal ini; Mencari kerja dan Marketing. Kalo kalian ragu silahkan liat track record saya disini.

Kalo masih ragu juga ya udah tanya orang lain saja.

Buat yang mau tanya-tanya juga silahkan, kalo saya tau dan ada kesempatan saya akan jawab. Tapi sebelumnya saya minta maaf, karena sekarang saya pun masih bekerja jadi mungkin aktifnya cuma pas libur or weekend saja. Ayo (cari) kerja! dan ingat, lowongan di Indonesia harusnya untuk orang Indonesia.