Perlukah Menuliskan Kemampuan Bahasa Daerah di CV? Perlu! Udah gitu aja sih. Haha.. Kidding.

Sering kita lihat di CV orang menuliskan kemampuan bahasa Inggrisnya entah yang pake sistem aktif pasif, atau yang pake sistem fair, fluent, native. Tapi saya belum lihat ada orang yg mencantumkan kemampuan bahasa daerahnya di cv.

Saya pribadi mencantumkan kemampuan bahasa Minang, Melayu, Jawa dan basic Sunda dalamĀ  CV saya. Banyak yang bilang malu dan terkesan kampungan kalau mencantumkan kemampuan bahasa daerah di CV, itu salah besar!

Pertama, menguasai bahasa apapun, artinya bisa berkomunikasi dengan sejumlah orang. Misalnya kalian bisa bahasa Jawa, artinya kalian menguasai sebuah bahasa yang dituturkan oleh hampir 80 juta orang! jauh lebih banyak ketimbang orang yang menuturkan bahasa Jerman!

Kedua, kemampuan bahasa daerah di CV menjadi sangat penting, terutama bila kalian mengincar lowongan di sebuah perusahaan skala nasional dengan banyak cabang di Indonesia. Perusahaan besar berskala nasional biasanya memiliki distibutor, penjual dan pembeli di wilayah tersebut, nah bagaimana untuk bisa dengan cepat mendekati dan bergaul dengan mereka? Betul! Bisa menguasai bahasa daerah setempat adalah kuncinya.

Misalnya ada lowongan Area Sales Supervisor untuk wilayah Sumatera Barat, Perusahaan tentunya akan memilih kandidat yang secara kemampuan memang memadai dan cocok untuk lowongan tersebut, tapi bagaimana bila ada lebih dari satu kandidat yang memiliki kemampuan hampir sama? Yes, yang bisa berbahasa daerah setempat akan lebih unggul.

Jangan lupa, waktu interview sering ditanyakan “Mengapa menurut kamu, kamu cocok dan layak untuk posisi ini?”. Nah silahkan jawab dengan kalimat sakti “Karena saya memiliki background dan pengalaman yang sangat cocok untuk pekerjaan ini, ditambah lagi saya menguasai bahasa daerah setempat, sehingga akan lebih cepat beradaptasi dengan pasar dan atau klien didaerah situ.”

So segitu dulu ya, sukses selalu! inget Lowongan di Indonesia seharusnya diisi oleh orang Indonesia.